Agar anak menjadi lebih terbuka pada Anda
Tuesday, February 28, 2012
Orangtua pasti menginginkan agar anak bisa tumbuh menjadi anak yang
aktif, ceria, berani bicara, dan terbuka pada orangtuanya. Namun
kenyataannya, semakin anak tumbuh besar, mereka justru semakin tertutup
dan menjauh dari orangtua. Komunikasi antara orangtua dan anak menjadi
terhambat, karena anak sering menutup diri dan enggan untuk menceritakan
apa yang dialaminya sehari-hari. Padahal komunikasi ini sangat berguna
untuk membantu anak berbagi cerita dan pengalaman, serta mengatasi
masalah yang mereka hadapi dalam hidup.
Agar anak menjadi lebih terbuka pada Anda, ini yang bisa Anda lakukan:
1. Jangan memaksa
Tak
ada orang yang senang dipaksa, termasuk dipaksa untuk mengatakan
hal-hal yang tak ingin dibicarakan. Posisikan diri sebagai teman dan
tempat yang nyaman untuk berbicara. Bersikaplah tenang, terbuka, dan
tidak mendesak. Biarkan mereka merasa nyaman dan ingin berbagi dengan
Anda tanpa ada tekanan.
2. Jangan menyerah
Sebuah
penelitian menunjukkan bahwa anak-anak butuh waktu yang cukup lama
untuk bisa merasa nyaman dan mulai membuka diri. Jadi bersabarlah, dan
jangan menyerah untuk membuat anak percaya pada Anda dan berani bicara.
3. Hindari kritik
Salah
satu hal yang tak disukai anak ketika bicara dengan orangtuanya adalah
mendengar kritik yang dilontarkan orangtua. Tanpa Anda sadari, mungkin
Anda sering melempar kata-kata yang menyalahkan atau menghakimi anak.
Jangan buat diri seperti hakim, sebaliknya, buat kalimat yang bisa
memotivasi anak lebih baik.
4. Dengarkan mereka
Tak
semua anak merasa perlu berbicara secara khusus dengan orangtuanya.
Bagi anak, suasana sepi, tenang, dan hanya berdua orangtuanya,
menimbulkan suatu perasaan tegang yang tak menyenangkan. Anak-anak,
khususnya laki-laki, lebih responsif untuk berbicara ketika mereka
sedang beraktivitas. Misalkan di sela-sela main sepak bola, menonton
film, menggambar, dan lainnya. Gunakan saat-saat aktif mereka, karena di
saat seperti ini mereka bisa lebih mudah mengungkapkan perasaan dan
pendapatnya.
5. Bicarakan tentang kegiatan favorit anak
Cobalah
untuk memulai pembicaraan seputar minat dan kesukaan anak, misalnya
tentang koleksi pernak-pernik Angry Birds-nya, lagu yang sedang
disukainya, atau hal-hal lainnya. Hal ini bisa menjadi pembuka yang
tepat untuk membahas hal-hal lain yang terjadi dalam kehidupan anak.
6. Ajukan pertanyaan spesifik
Mengajukan
pertanyaan untuk membuka obrolan memang sangat efektif. Namun hindari
pertanyaan yang terlalu umum seperti, "Bagaimana tadi di sekolah?".
Cobalah untuk mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya "Main
apa saat istirahat tadi?". Dengan menanyakan hal-hal yang spesifik,
kemungkinan Anda akan mendapat jawaban yang lebih memuaskan, bahkan
celotehan lain yang tak terduga.
7. Masuki "dunia" anak
Dengan
mengikuti dunia anak, Anda akan lebih mudah untuk memancing anak
bicara. Saat orangtua mampu masuk ke dalam dunianya, anak akan merasa
lebih nyaman dan santai. Cari waktu dan tempat yang pas untuk memulai
pembicaraan dengan anak.
8. Atur waktu keluarga
Saat-saat
kebersamaan dengan keluarga merupakan waktu yang tepat untuk membantu
anak lebih terbuka pada Anda. Sediakan waktu khusus untuk berlibur, atau
coba saja makan malam bersama keluarga untuk membuka obrolan yang lebih
intim satu sama lain.
Beberapa
anak, khususnya anak laki-laki, seringkali lebih mudah menerima
pembicaraan dalam posisi duduk berdampingan. Dengan duduk bersebelahan,
anak merasa posisinya sejajar dengan Anda. Sedangkan duduk berhadapan
selama ngobrol, terutama ketika Anda sengaja mengajaknya berbicara,
cenderung membuat anak merasa sedang disidang.
| kompas.com |
















